Puisi Hiruk Pikuk yang Kembali oleh Arief Prawinata

Usai lalu memulai kembali.
Hirup dan hidup Banda yang selalu terkenang.
Tenang dikala waktu suci, memulai setelah Idul Fitri.

Deretan roda dua, tiga, bahkan empat ramai menunggu pijaran hijau.
Walau merah masih menyala, alarm kendaraan mengusik telinga tak karuan.

Huft, apa ini dinamika hiruk-pikuk yang kembali?
Moda transportasi umum berjalan pada lintasnya.
Pekerja terbiasa dengan rutinitasnya.
Wisata kembali disapa.
Roda pendidikan kembali berjalan.
Tempat bersujud penuh dengan jama'ah yang berdoa.

Libur telah pergi dan meminta hari aktif untuk menggantikannya.
Semua kembali dalam bingkisan arus balik yang sebelumnya telah digores dengan kata mudik
Kembali ke realita, kembali kesediakala.
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
6 Comments
  • Anonim
    Anonim 18 April 2024 pukul 11.38

    dan sekarang rantau yg jadi tujuan, untuk menuntaskan impi yang terus kepala layangkan.. 😌

    • Muno Tech
      Muno Tech 18 April 2024 pukul 11.59

      Tetap semangat perjuangan, semoga mimpi tak hanya sebatas ilusi.

  • Anonim
    Anonim 27 April 2024 pukul 12.20

    Kemaren kayaknya kembali ke realita biasa aja, tapi habis baca ini jadi pengen libur lagi 🫠

    • Muno Tech
      Muno Tech 27 April 2024 pukul 12.42

      Tetap bekerja di jam kerja, jangan lupa bahagia disaat liburan tiba😊

  • Fuzan
    Fuzan 27 April 2024 pukul 14.20

    Beh, keren puisinya menyala abangku🔥

    • Arief Prawinata
      Arief Prawinata 27 April 2024 pukul 14.27

      Semoga terus menyala dengan karya terbaik lainnya.

Tambahkan Komentar
comment url