Puisi Hiruk Pikuk yang Kembali oleh Arief Prawinata
Usai lalu memulai kembali.
Hirup dan hidup Banda yang selalu terkenang.
Tenang dikala waktu suci, memulai setelah Idul Fitri.
Hirup dan hidup Banda yang selalu terkenang.
Tenang dikala waktu suci, memulai setelah Idul Fitri.
Deretan roda dua, tiga, bahkan empat ramai menunggu pijaran hijau.
Walau merah masih menyala, alarm kendaraan mengusik telinga tak karuan.
Huft, apa ini dinamika hiruk-pikuk yang kembali?
Moda transportasi umum berjalan pada lintasnya.
Pekerja terbiasa dengan rutinitasnya.
Wisata kembali disapa.
Roda pendidikan kembali berjalan.
Tempat bersujud penuh dengan jama'ah yang berdoa.
Libur telah pergi dan meminta hari aktif untuk menggantikannya.
Semua kembali dalam bingkisan arus balik yang sebelumnya telah digores dengan kata mudik
Kembali ke realita, kembali kesediakala.
Walau merah masih menyala, alarm kendaraan mengusik telinga tak karuan.
Huft, apa ini dinamika hiruk-pikuk yang kembali?
Moda transportasi umum berjalan pada lintasnya.
Pekerja terbiasa dengan rutinitasnya.
Wisata kembali disapa.
Roda pendidikan kembali berjalan.
Tempat bersujud penuh dengan jama'ah yang berdoa.
Libur telah pergi dan meminta hari aktif untuk menggantikannya.
Semua kembali dalam bingkisan arus balik yang sebelumnya telah digores dengan kata mudik
Kembali ke realita, kembali kesediakala.

dan sekarang rantau yg jadi tujuan, untuk menuntaskan impi yang terus kepala layangkan.. 😌
Tetap semangat perjuangan, semoga mimpi tak hanya sebatas ilusi.
Kemaren kayaknya kembali ke realita biasa aja, tapi habis baca ini jadi pengen libur lagi ðŸ«
Tetap bekerja di jam kerja, jangan lupa bahagia disaat liburan tiba😊
Beh, keren puisinya menyala abangku🔥
Semoga terus menyala dengan karya terbaik lainnya.