6 Fungsi DHCP Server, Cara Kerja dan Bedanya dengan DHCP Client

DHCP server merupakan salah satu jenis server yang sangat penting diketahui bagi administrator jaringan. Bagaimana tidak Salah satu fungsi utama dari DCHP server adalah untuk dapat menetapkan alamat IP agar bisa ter koneksi secara otomatis ke suatu perangkat yang akan digunakan.
Namun sebelum lebih jauh membahas pembahasan utama mengenai 6 fungsi DHCP server, akan lebih baik untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian dan perbedaannya dengan jenis DHCP client. Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Baca Juga : 5 Perbedaan ZIP dan RAR, Wajib Diketahui
Pengertian DHCP Server
DHCP server merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol Server yang merupakan suatu jenis dari layanan jaringan internet untuk administrator dalam upaya memudahkan untuk menetapkan alamat IP dan juga konfigurasi internet.Selain itu sistem ini juga merupakan salah satu komponen penting dalam jaringan komputer, printer dan juga perangkat seluler. Hal ini dikarenakan dengan adanya sistem DHCP server maka dapat menghubungkan jaringan ke suatu komputer.
Keberadaan server DHCP ini juga dapat mempermudah dan juga mampu menghubungkan jaringan dengan cepat dan juga mudah karena dapat memberikan alamat IP secara otomatis. Dalam konteks yang mudah dipahami keberadaan sistem ini sangat mudah dan membantu proses jaringan perangkat.
Fungsi DHCP Server
Namun apa saja peran dari server satu ini selain mampu menghubungkan perangkat dengan jaringan melalui alam IP? Berikut adalah ulasan dari beberapa fungsi dari DHCP server yang harus diketahui mulai dari alamat IP yang bisa ditetapkan secara otomatis dan lainnya.1. Alamat IP Bisa Ditetapkan Otomatis
Fungsi pertama dari server DHCP ini adalah alamat IP nya yang bisa ditetapkan secara otomatis. Tentunya ini akan sangat memudahkan administrator jaringan pada saat bekerja dengan perangkatnya agar terhubung selalu dengan internet.Pemberian alamat IP secara otomatis ke perangkat yang terhubung otomatis kejaringan ini adalah fungsi utama dari DHCP server.
2. Pengelolaan Alamat IP Terpusat
Fungsi kedua dari DHCP Server adalah untuk pengelolaan alamat IP secara terpusat. Jika dilakukan dalam jaringan besar, pengelolaan IP secara manual akan sangat sulit dilakukan dan juga membutuhkan waktu yang lama.Menggunakan bantuan DHCP, administrator dapat dimudahkan dengan untuk melakukan pengelolaan alamat IP secara terpusat. Hal ini juga mampu menghemat penggunaan waktu dalam urusan administrasi.
3. Pembaruan dari Alamat IP
Selain berperan dalam pengelolaan alamat IP secara terpusat DHCP server juga dapat berfungsi sebagai pembaruan dari alamat IP itu sendiri. Konfigurasi jaringan oleh DHCP bersifat sementara dan memiliki jangka waktu tertentu atau biasa dikenal dengan sebutan "lease time".Keberadaan "lease time" ini dapat memperbarui alamat IP yang sebelumnya sudah ditetapkan menuju ke perangkat secara otomatis.
4. Bisa Mengoptimalkan Penggunaan Alamat IP
DHCP server juga dapat berfungsi sebagai media untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP. Ini diperlukan karena jika ditinjau dalam jumlah yang besar sangat sulit untuk memastikan penggunaan alamat IP secara efisien.Dengan kehadiran DHCP server ini maka akan memudahkan mengkoneksikan suatu perangkat pada jaringan tanpa terganggu dengan perangkat lainnya. Cara ini juga mampu mengoptimalkan agar tidak ada alamat IP yang terbuang dan tidak di gunakan secara maksimal dan efisien.
5. Mencegah Terjadinya Konflik IP
Kesamaan alamat IP dapat menyebabkan terjadinya konflik alamat IP, oleh sebab itu diperlukan DHCP server untuk menangani masalah ini. Selain terjadinya konflik terhadap alamat IP, biasanya perangkat yang hendak dihubungkan ke jaringan juga tidak akan terkoneksi ke jaringan.Kehadiran DHCP server juga dapat mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh server atau database yang berbeda-beda.
6. Konfigurasi Jaringan Secara Otomatis
Media jaringan satu ini juga dapat melakukan konfigurasi jaringan secara otomatis. Konfigurasi jaringan ini dapat berupa gateway default, subnat mask dan DNA server.Melalui media DHCP server ini juga jaringan dapat dengan mudah terhubung dan bisa terhubung ke perangkat dengan cepat dan juga maksimal tanpa harus melakukan setting atau pengaturan secara manual.
Cara Kerja DHCP Server
Usai mengetahui beberapa fungsi dari DHCP server, berikutnya adalah beberapa langkah atau cara kerja dari server satu ini. Tahapan kerja dari server ini dimulai discovery, offer, request, dan tahapan akhir adalah acknowledge.1. Discovery
Cara kerja pertama dari server satu ini adalah discovery, tahapan ini dilakukan oleh perangkat yang bernama client. Perangkat ini akan mengirimkan pesan DHCP discover menuju ke subnet jaringan yang ada pada perangkat.Proses pengiriman ini mengandalkan alamat tujuan dengan nomor 255.255.255.255. Jika alamat sudah ditemukan client selanjutnya akan meminta alamat IP yang ada pada DHCP server.
2. Offer
Proses kedua adalah offer, pada proses ini server DHCP akan menerima pesan berupa DHCP DISCOVER dari client. Berikutnya server akan melakukan penawaran dengan cara mengirimkan pesan DHCP OFFER menuju ke client.Umumnya pesan tersebut berisi id client, alamat IP yang ditawarkan, subnet mask, durasi penggunaan dan juga alamat daripada IP DHCP server.
3. Request
Berikutnya adalah request dimana proses kerjanya adalah client akan menyetujui penawaran yang akan di berikan dengan cara memberikan pesan dari DHCP REQUEST kepada server.Perlu diketahui isi pesan dari proses request ini adalah meminta agar server dapat meminjamkan salah satu jenis IP address yang ada dan tersedia dari kumpulan IP DHCP.
4. Acknowledge
Cara kerja terakhir dari DHCP server adalah menerima pesan permintaan yang datang dari client, server berikutnya akan mengirimkan pesan berupa paket yang dinamakan DHC PACK kepada client.Paket ini selanjut ya akan berisi alamat IP dari durasi sewa dan juga informasi konfigurasi dari jaringan lain yang juga memungkinkan untuk dibutuhkan client.
Jika alamat IP dalam kasus selanjutnya sudah diberikan, selanjutnya proses konfigurasi telah usai. Lalu server akan memberikan tanda bahwa alamat IP sudah dipakai oleh client database yang dimiliki.
Pada langkah terakhir ini, komputer client akan menggunakan jaringan tersebut dan bertukar data dengan media komputer dari client lain yang sama.
Beda DHCP Server dengan DHCP Client
Lalu apa perbedaan antara DHCP server dengan DHCP client, DHCP server merupakan protokol yang berperan untuk mengelola dan juga memberikan alamat IP yang dilakukan secara otomatis kepada komputer client yang hendak terhubung ke jaringan.Baca Juga : Ranking FIFA terbaru zona Asean, Indonesia lewati Malaysia dan Filipina
Berbeda dengan DHCP server, DHCP client merupakan perangkat yang menerima konfigurasi jaringan dari DHCP server tersebut. Perangkat client juga dapat berupa laptop, komputer, smartphone, tablet dan beberapa perangkat lain yang bisa terkoneksi ke jaringan.
Demikianlah ulasan mengenai pengertian dari DHCP server, cara kerja dan juga beberapa fungsi dari DHCP server. Selain itu perbedaan DHCP server dan DHCP client juga sudah diketahui, semoga ulasan ini membantu.
Makasih infonya. Sekian lama baru paham saiya
Sama-sama, dapatkan info menarik lainnya di Munotech.com
Ternyata kehadiran DHCP server bisa menetapkan IP otamatis ya, terimaksih sangat membantu
Terimakasih sudah membaca di Munotech.com
informasi yg sangat membantu terimakasih
Dapatkan informasi menarik lainnya di Munotech.com